Rebooting

If you’re a returning visitor, you might notice something terrible has happened to this website. My former hosting provider terminated my account and erased all the data just right after the termination because I failed to pay the bill. This well-known provider gave an awful experience for the customer. I strongly recommend you not to use this provider even for your playground,  I give you a hint: the ocean is blue.

Go-Jek: Fenomena dan Kelemahannya

Go-jek saat ini sedang jadi fenomena yang luar biasa bagi masyarakat di kota-kota besar di Indonesia, khususnya di Jakarta. Gue pertama kali mendengar berita tentang Go-Jek sekitar tahun 2010, waktu itu sistem pemesanannya masih pake SMS, telpon dan juga Twitter. Go-Jek menjadi booming sejak sang founder, Nadiem Makarim, memutuskan untuk fokus mengembangkan Go-Jek, perkembangannya secara mengejutkan melesat cepat sejak awal Januari 2015 kemarin dengan diluncurkannya aplikasi Go-Jek. Gue sendiri menjadi pengguna aktif kurang lebih sejak dua bulan setelah aplikasinya diluncurkan. Setelah beberapa bulan menggunakan Go-Jek, ada beberapa hal yang menurut gue menjadi kelemahannya, bahkan ada yang cenderung merugikan.

Ahensi ke Ahensi

Ahensi (begitulah orang-orang agency menyebutnya), tempat kerja pernah gue cap sebagai tempat yang ga akan pernah gue singgahi sebagai tempat kerja gue karena jam kerjanya yang lumayan gila. Kadang ga mengenal jam pulang dengan ritme kerja seperti musik heavy metal. Tapi justru disitulah gue terdampar selama lebih dari 3 tahun, menyesalkah?

Satu Dekade Tsunami Aceh

Hari ini, satu dekade sejak tsunami melumpuhkan daerah Aceh dan sekitarnya, menyisakan luka dan trauma yang mendalam bagi mereka yang mengalaminya. Saya tidak berada disana saat musibah terjadi, tapi mendengar cerita dari apa yang dialami oleh keluarga dan teman dekat saya cukup membuat saya bisa membayangkan dengan jelas apa yang mereka alami. Ini yang membuat saya merinding saat menonton film 2012 sementara sebagian besar orang berpendapat film tersebut biasa saja. Mereka tidak tahu rasanya memiliki ibu yang nyaris diterjang ombak setinggi pohon kelapa.

Polemik Frontend dan Backend

Bagi yang berkecimpung di dunia web development pasti udah sangat familiar dengan istilah frontend backend. Baik client maupun teammate sering menggunakan istilah ini untuk menjelaskan struktur website. Berdasarkan pengalaman gue, istilah frontend backend ini punya penafsiran yang berbeda-beda setidaknya dari tiga perspektif. Apa aja itu?

Permasalahan Facebook PHP SDK di CodeIgniter

Bagi yang terbiasa menggunakan framework CodeIgniter dan sedang mulai coba bikin Facebook Apps dengan menggunakan Facebook PHP SDK biasanya akan mengalami masalah dengan security system di CodeIgniter. Semoga penjelasan berikut ini bisa membantu yang juga sedang mengalami masalah dengan Facebook PHP SDK + CodeIgniter.

Apple in My Life

Gue bukan Apple fanboy dan gue juga tidak membenci PC. Tiga tahun belakangan ini gue hampir tidak pernah menggunakan PC. Baru 3 bulan terakhir gue kembali menggunakan PC untuk membagi fokus kerja. Berhubung tempat gue kerja sekarang memberikan PC, jadi rasanya sayang aja kalo ga dimanfaatkan. Tulisan gue kali ini mengenai pengalaman gue sebagai pengguna PC yang beralih ke Mac.

Dongeng Lembah Kapuk

Mungkin banyak dari kalian yang tidak paham dengan apa yang tertuang disini. Dongeng tentang sebuah lembah yang membuat cara komunikasi segelintir orang berubah. Inilah tulisan tentang sebuah lingkungan tempat gue tumbuh selama satu dekade yang hadir sebagai muara bagi pertanyaan “Apa itu Kapuk Valley dan apa keistimewaannya?”. Peringatan: tulisan ini banyak sekali menggunakan istilah-istilah dalam jaringan komputer.

Hidup Sebagai Freelancer

Mengapa Freelance? Apa yang salah dengan menjadi pegawai yang setiap bulan terima gaji walaupun sedang tidak ada kerjaan? Entah bagaimana dengan Freelancer yang lain, cuma gw sempat merasa konyol menjadi pegawai sewaktu menerima side job yang cuma butuh waktu dua minggu tapi fee nya hampir sama dengan gaji sebulan.