Satu Dekade Tsunami Aceh

Hari ini, satu dekade sejak tsunami melumpuhkan daerah Aceh dan sekitarnya, menyisakan luka dan trauma yang mendalam bagi mereka yang mengalaminya. Saya tidak berada disana saat musibah terjadi, tapi mendengar cerita dari apa yang dialami oleh keluarga dan teman dekat saya cukup membuat saya bisa membayangkan dengan jelas apa yang mereka alami. Ini yang membuat saya merinding saat menonton film 2012 sementara sebagian besar orang berpendapat film tersebut biasa saja. Mereka tidak tahu rasanya memiliki ibu yang nyaris diterjang ombak setinggi pohon kelapa.

Hidup Sebagai Freelancer

Mengapa Freelance? Apa yang salah dengan menjadi pegawai yang setiap bulan terima gaji walaupun sedang tidak ada kerjaan? Entah bagaimana dengan Freelancer yang lain, cuma gw sempat merasa konyol menjadi pegawai sewaktu menerima side job yang cuma butuh waktu dua minggu tapi fee nya hampir sama dengan gaji sebulan.

My new roommate

Beberapa bulan yang lalu temen gw, Rere, menitipkan seekor kucing betina piaraannya ke gw, berhubung dia udah ga bisa lagi memelihara kucing tersebut di kosan nya. Namanya Dede. Umurnya baru beberapa bulan sewaktu dititipkan ke gw. Bulunya agak lebat dan halus mirip anggora, berwarna putih dari kepala sampe ekor. Ada bonus dua buletan abu-abu dia kepala, mirip tanda dahi orang yang rajin sholat, sehingga muncul rumor Dede rajin sholat [-_-]’

Banjir Aceh

Kemarin aku dapet sms dari kakak sepupu aku. Dia bilang kalo dia udah 4 hari di pengungsian, semenjak banjir mulai melanda daerah Aceh bagian utara dan sekitarnya pada hari Jumat tanggal 22 Desember 2006 jam 01.00 dini hari. Sementara di MetroTV diberitakan kalo supply bantuan makanan ke daerah pengungsian masih terhambat. Aku gak tau apakah dia udah makan atau belum pada saat itu, gak kebayang gimana rasanya kalo ternyata dia dan orang-orang satu pengungsiannya belum menerima bantuan makanan sama sekali. Aku coba balas sms nya dan gak menerima balasan lagi dari dia, meskipun sms nya delivered.