Ahensi ke Ahensi

Ahensi (begitulah orang-orang agency menyebutnya), tempat kerja pernah gue cap sebagai tempat yang ga akan pernah gue singgahi sebagai tempat kerja gue karena jam kerjanya yang lumayan gila. Kadang ga mengenal jam pulang dengan ritme kerja seperti musik heavy metal. Tapi justru disitulah gue terdampar selama lebih dari 3 tahun, menyesalkah?

Sangkuriang Session

First of all, gue mue ngucapin selamat buat temen sekantor gue, yulia alias Maki (Mama Kintan) yang baru aja launching baking site nya. jujur, gue kagum banget ama ini orang. dia punya 3 pekerjaan yang di lakukan secara concurrent: pegawai kantor, ibu rumah tangga, baker, DAAAAN.. blogger. Btw, speed nge-blog nya bisa mencapai 4 ppd (posting per day, bukan patas :-p ). Heran, kok gue susah bener nulis blog yah, sampe blog gue pun menderita “hibernate” gini kayak gue. hhhh…:-S lu makan apa sih yul? 😕

SE-AM-less Integration

Saat ini gue memegang dua posisi pekerjaan di kantor gue, Software Engineer (SE) dan Account Manager (AM). Terus terang, menjalankan dua pekerjaan sekaligus bukan hal yang mudah buat gue. Selalu harus ada salah satu yang mengalah karena SE dan AM adalah dua hal yang jauh berbeda. Satunya sangat bersifat teknikal dan satunya cenderung bergumul dengan hal-hal administratif. Bener-bener kontras.

Desperado Programmers at Banjarmasin

Saat ini gue dan 2 orang temen kantor sedang ada tugas di Banjarmasin terkait project dengan salah satu klien kantor. Kami menginap di hotel berjudul VICTORIA. Sepintas hotel ini kelihatan seperti rangkaian ruko bertingkat tiga yang keliatannya seperti hotel murahan, tapi ternyata tampak luarnya berbeda banget dengan isinya. Kalo dilihat dari interiornya, hotel ini sama sekali gak mencerminkan hotel murahan. Harga kamarnya aja sekitar 400-an ribu permalam.